- Berdoa
- Tudur pada waktunya
- Bangun tepat waktu sehingga kau dapat memulai harimu dengan tidak terburu-buru
- Katakan "TIDAK" pada proyek yang tidak cocok dengan perencanaan waktumu
- Sederhanakan dan jangan kacaukan hidupmu
- Luangkan waktu untuk melakukan berbagai hal dan pergilah ke barbagai tempat lain
- Atur langkahmu
- Lalui satu hari setiap harinya
- Hiduplah menurut anggaran
- JM (JAGA MULUT)
- Lakukan olahraga yang cukup
- Makanlah dengan benar
- Rapikan barang-barang sehingga semua terletak pada tempatnya
- Buatlah catatan untuk gagasan dan inspirasi yang muncul dibenakmu
- Luangkan waktu setiap hari untuk menyendiri
- Ada masalah ? Bicarakan langsung dengan Allah swt. di tempat itu juga
- Bersahabatlah dengan orang-orang shaleh
- Simpanlah ayat-ayat suci kesukaanmu yang setiap saat dapatkau baca
- Tertawalah !!!
- Tetawalah lagi
- Kembangkan sifat pemaaf, kebanyakan orang telah berusaha sebaik mungkin
lisnawati
Minggu, 20 November 2011
STRES BUSTERS
Kamis, 17 November 2011
Komentar CINTA SMAN 3 Karawang
=> kata pak Aep, CINTA itu seperti virus yang tak bisa di lihat
=> kata pak Slamet, CINTA itu seperti akar kuadrat, yang bisa di hitung jumlahnya
=> kata bu Hopiah, CINTA itu adalah sejarah yang akan selalu di kenang sepanjang masa
=> kata pak Agus kepsek kita yang dulu, CINTA itu anugerah Allah SWT.
=> kata pak Samuel, LOVE IS CINTA
=> kata pak Ade, CINTA adalah pemenuhan hak dan kewajiban
=> kata bu Nunung, CINTA itu indah bagaikan sebuah puisi
=> kata pak Nurdin, CINTA itu seperti monitor yang bisa memancarkan cahaya
=> kata bu Wiwi, CINTA itu adalah DOREMIFASOLASIDO, nada-nada yang kekal sepanjang masa
=> kata bu Marfuah, CINTA itu seperti lantunan ayat-ayat Al-Quran yang menyejukan hati
=> kata bu Tri Erna, CINTA itu seperti senyawa biner yang terbentuk dari dua unsur
=> kata bu Ros, CINTA itu seperti atom yang tidak dapat di bagi-bagi
TAPI KATA RATNA FITRIANI HUJAEMAH, CINTA ITU MENYAKITKAN BAGAIKAN PISAU BELATI.....
Hahahahahaha.....:D
=> kata pak Slamet, CINTA itu seperti akar kuadrat, yang bisa di hitung jumlahnya
=> kata bu Hopiah, CINTA itu adalah sejarah yang akan selalu di kenang sepanjang masa
=> kata pak Agus kepsek kita yang dulu, CINTA itu anugerah Allah SWT.
=> kata pak Samuel, LOVE IS CINTA
=> kata pak Ade, CINTA adalah pemenuhan hak dan kewajiban
=> kata bu Nunung, CINTA itu indah bagaikan sebuah puisi
=> kata pak Nurdin, CINTA itu seperti monitor yang bisa memancarkan cahaya
=> kata bu Wiwi, CINTA itu adalah DOREMIFASOLASIDO, nada-nada yang kekal sepanjang masa
=> kata bu Marfuah, CINTA itu seperti lantunan ayat-ayat Al-Quran yang menyejukan hati
=> kata bu Tri Erna, CINTA itu seperti senyawa biner yang terbentuk dari dua unsur
=> kata bu Ros, CINTA itu seperti atom yang tidak dapat di bagi-bagi
TAPI KATA RATNA FITRIANI HUJAEMAH, CINTA ITU MENYAKITKAN BAGAIKAN PISAU BELATI.....
Hahahahahaha.....:D
Senin, 07 November 2011
CANDI BOROBUDUR
Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9
Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.
Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.
Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).
Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.
Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.
Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.
Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.
Langganan:
Komentar (Atom)
